Sabtu, 24 Februari 2018

Kabut kebahagiaan

Kabut yang sangat tebal, hingga tak mampu aku menembusnya.
Aku tahu ketidakmampuan  ku ini, tapi aku berusaha untuk melewatinya.
Aku tidak sehebat mereka yang dengan mudah mampu melewati kabut-kabut gelap itu.
Jauh disana kulihat mereka melambaikan tangan sambil berteriak memberitahu bahwa mereka telah melewati kabut tersebut.
Namun aku tidak akan berputus asa karena aku tidak bisa secepat mereka dalam melewatinya.
Aku tahu kemampuan ku tidak seperti mereka, aku tahu itu semua.
Tapi tidak ada salahnya jika aku ingin seperti mereka..
Aku berusaha sekuat tenaga dan tidak menghiraukan cemoohan orang-orang itu, aku yakin dan percaya bahwa aku pasti bisa melewati kabut gelap yang ada di hadapan saya ini.
Mungkin tidak secepat mereka tapi saya pastikan saya bisa melewatinya meskipun tertatih-tatih penuh goresan luka dan duka yang mendalam.
Tapi itu semua akan ku jadikan latihan agar nanti setelah melewati kabut ini diri yang hina ini tidak mudah untuk berbuat semena-mena dan melukai hati orang lain, dan juga tidak akan memandang rendah atas kemampuan orang lain.
Apapun itu tetap berusaha meski luka yang kau rasa cukup menyiksa, percayalah wahai diri bahwa di balik kabut tebal itu ada sesuatu yang Allah siapkan buatmu. Mungkin sesuatu yang kau nantikan yang selalu menjadi doamu disetiap shalat khusuk yang kau lakukan.
Allah akan gantikan air mata mu itu dengan sesuatu yang membuatmu merasa bahwa Allah menukarnya dengan yang kita katakan sebagai bahagia.
Insyaallah..
Terus berusaha dan berdoa, yakinlah Allah tidak pernah tidur.
Allah hanya sedang mengujiku, seberapa kuat dan siap untuk menerima bahagia itu.

Jumat, 22 Desember 2017

Thanks my parent

Jangan pernah gengsi bilang sayang kepada kedua orang tua, jangan malu cuma mau bilang maaf. Keberadaan mereka adalah segalanya buat kita.
Senyuman mereka adalah semangat buat segala yang aku lakukan. Seneng rasanya ketika lihat ayah dan ibu senyum dan sampai meneteskan air mata karena sesuatu hal yang buat mereka bangga atas usaha kita.
Jangan cuma bisa nyusahin mereka, tapi kita juga harus mau disusahin sama mereka.
Pengorbanan yang ayah ibu lakukan sampe sekarang mau sampe kapan pun pasti gak akan bisa di balas.
Yang kita lakukan jaga hati mereka, buat mereka bangga, jangan buat mereka kecewa dengan sikap kita. Yang namanya nyesel pasti diakhir, jangan sampe setelah ayah dan ibu gak ada, kita baru menyadari betapa berartinya keberadaan mereka.
Yang tau sifat asli kita, yang tau kekurangan dan hal tentang kita cuma mereka.
Dan apa yang mereka lakukan??
Tetap sayang sama kita, menerima hal-hal yang biasanya tidak orang lain terima. Makanya ketika orang lain tidak menerima keberadaan kamu, tidak suka dengan sikap kamu, merendahkan kamu, selalu membuat kamu terluka. Ingatlah ada orang tua yang akan selalu siap disamping kita.
Sejauh-jauhnya kita pergi pasti kita akan membutuhkan dan kembali lagi kepada ayah dan ibu.
😊😊

Sabtu, 16 Desember 2017

Nyaman itu "jebakan"

Semua orang menginginkan kenyamanan bukan?? Tentu saja semua akan menjawab "ya". Apasih nyaman?? Kenapa mesti ada nyaman??
Entahlah yang jelas saya sangat menyukai kalimat itu. Namun saya bingung ketika sudah merasa nyaman sulit sekali untuk menghilangkan nya.
Nyaman dengan dia yang "begini" lalu dia berubah jadi "begitu".
Lalu lama-kelamaan nyaman ini menjelma menjadi rindu. Rindu untuk sekedar disapa,  bercerita, berbagi sedih dan juga tawa.
Tapi, saya yakin satu hal bahwa "tidak ada satu orang pun yang mengetahui isi hati orang lain" termasuk peramal sekalipun.
Kadang terbesit untuk kecewa, namun saya berpikir kembali "untuk apa saya kecewa??" Rasa kecewa hanya akan merusak suasana hati kita. Ubahlah rasa kecewa untuk sekedar bersyukur. Dan saya bersyukur karena Allah telah menghadirkan mu di hidupku walaupun hanya untuk beberapa waktu saja. Terimakasih telah menjadi inspirasiku. Terimakasih sudah hadir dan menjadi angan-angan ku.
Dan semuanya berawal dari rasa nyaman, dan rasa nyaman itu menjebak ku untuk selalu menjadikanmu angan-angan ku.
Mungkin kau akan keberatan tetapi aku tidak akan meminta persetujuanmu.
Ini tentang rasa nyamanku yang telah kau rusak, saya tidak meminta mu untuk bertanggung jawab. Biar kan waktu yang menjawab.

Rabu, 13 Desember 2017

Rasa sakit dan kecewa

Kenapa kita sering merasa sakit??
Kenapa kita merasa kecewa??
Kenapa hadir rasa sedih yang mendalam??
Rasa sakit akan selalu kita rasakan ketika kita tidak mampu ikhlas dalam menjalankan sesuatu yang sudah menjadi ketentuan-Nya. Kita sering mengatur apa yang akan terjadi dalam hidup ini tanpa menyadari bahwa semua hal yang akan terjadi itu semua kehendak dari Nya. Ketika terjadi sesuatu yang buruk tidak sesuai dengan harapan kita pada saat itulah kita akan merasakan sakit atau bahkan kecewa yang teramat mendalam. Kekecewaan itu lah yang akan menyebabkan hati kita tidak bersih, sulit menerima bahkan lari dari kenyataan. Hindarilah rasa kecewa agar sedikit lebih tenang dalam menjalan kan hari² mu. Kekecewaan yang kita rasakan terkadang membuat hati kita merasakan sedih yang teramat. Kesedihan yang berlebihan ini pada akhirnya akan membuat kita sulit untuk berinteraksi sosial dan tidak jarang orang yang mengalami kesedihan mereka akan memilih untuk sendiri menjauhi keramaian. Mungkin karena sangat berat untuk menghadapi atau dia lebih memilih diam dan memendam ketimbang mengutarakan kesedihannya.