Sadarlah wahai diri..
Jangan mudah menganggap orang lain tidak perduli, jangan mudah menyimpulkan sesuatu yang kau pun tidak memahami secara detail permasalahannya.
Terkadang kau berusaha perduli kepada orang lain, berbuat baik bahkan sengaja meluangkan waktu hanya untuk bertemu.
Ingatlah setiap kebaikan orang lain kepada kita walaupun itu hanyalah sesuatu yang tidak terlalu berarti bagimu, tapi lupakanlah keburukan orang atau kejahatan orang terhadap dirimu walaupun itu sangat menyakitkan dan melukai hatimu. Belajarlah untuk menjadi seseorang yang berjiwa besar, dan itu semua harus dimulai dari hal-hal yang kecil.
Berbicara memanglah mudah tetapi melakukan apa yang kau bicarakan itu adalah hal yang sulit. Menyeimbangkan antara ucapan dan perbuatan adalah hal yang cukup sulit, namun kau harus berusaha lakukanlah dengan sepenuh hati jangan lelah untuk terus berusaha dan mencoba untuk menjadi lebih baik.
Jangan hiraukan cemoohan orang-orang terhadap mu selama itu tidak mengganggu dan tidak merusak kehidupan mereka.
Kau hidup diatas jalan mu dan begitupun dengan mereka, maafkanlah mereka.. jadikan cemoohan itu sebagai motivasi untuk menjadi lebih baik dan buktikan bahwa yang mereka tuduhkan itu tidaklah benar dan kau mampu menjadi pribadi yang berjiwa besar.
Jumat, 09 Maret 2018
Hidup harus lebih baik
Sabtu, 24 Februari 2018
Kabut kebahagiaan
Kabut yang sangat tebal, hingga tak mampu aku menembusnya.
Aku tahu ketidakmampuan ku ini, tapi aku berusaha untuk melewatinya.
Aku tidak sehebat mereka yang dengan mudah mampu melewati kabut-kabut gelap itu.
Jauh disana kulihat mereka melambaikan tangan sambil berteriak memberitahu bahwa mereka telah melewati kabut tersebut.
Namun aku tidak akan berputus asa karena aku tidak bisa secepat mereka dalam melewatinya.
Aku tahu kemampuan ku tidak seperti mereka, aku tahu itu semua.
Tapi tidak ada salahnya jika aku ingin seperti mereka..
Aku berusaha sekuat tenaga dan tidak menghiraukan cemoohan orang-orang itu, aku yakin dan percaya bahwa aku pasti bisa melewati kabut gelap yang ada di hadapan saya ini.
Mungkin tidak secepat mereka tapi saya pastikan saya bisa melewatinya meskipun tertatih-tatih penuh goresan luka dan duka yang mendalam.
Tapi itu semua akan ku jadikan latihan agar nanti setelah melewati kabut ini diri yang hina ini tidak mudah untuk berbuat semena-mena dan melukai hati orang lain, dan juga tidak akan memandang rendah atas kemampuan orang lain.
Apapun itu tetap berusaha meski luka yang kau rasa cukup menyiksa, percayalah wahai diri bahwa di balik kabut tebal itu ada sesuatu yang Allah siapkan buatmu. Mungkin sesuatu yang kau nantikan yang selalu menjadi doamu disetiap shalat khusuk yang kau lakukan.
Allah akan gantikan air mata mu itu dengan sesuatu yang membuatmu merasa bahwa Allah menukarnya dengan yang kita katakan sebagai bahagia.
Insyaallah..
Terus berusaha dan berdoa, yakinlah Allah tidak pernah tidur.
Allah hanya sedang mengujiku, seberapa kuat dan siap untuk menerima bahagia itu.
Jumat, 22 Desember 2017
Thanks my parent
Jangan pernah gengsi bilang sayang kepada kedua orang tua, jangan malu cuma mau bilang maaf. Keberadaan mereka adalah segalanya buat kita.
Senyuman mereka adalah semangat buat segala yang aku lakukan. Seneng rasanya ketika lihat ayah dan ibu senyum dan sampai meneteskan air mata karena sesuatu hal yang buat mereka bangga atas usaha kita.
Jangan cuma bisa nyusahin mereka, tapi kita juga harus mau disusahin sama mereka.
Pengorbanan yang ayah ibu lakukan sampe sekarang mau sampe kapan pun pasti gak akan bisa di balas.
Yang kita lakukan jaga hati mereka, buat mereka bangga, jangan buat mereka kecewa dengan sikap kita. Yang namanya nyesel pasti diakhir, jangan sampe setelah ayah dan ibu gak ada, kita baru menyadari betapa berartinya keberadaan mereka.
Yang tau sifat asli kita, yang tau kekurangan dan hal tentang kita cuma mereka.
Dan apa yang mereka lakukan??
Tetap sayang sama kita, menerima hal-hal yang biasanya tidak orang lain terima. Makanya ketika orang lain tidak menerima keberadaan kamu, tidak suka dengan sikap kamu, merendahkan kamu, selalu membuat kamu terluka. Ingatlah ada orang tua yang akan selalu siap disamping kita.
Sejauh-jauhnya kita pergi pasti kita akan membutuhkan dan kembali lagi kepada ayah dan ibu.
😊😊
Sabtu, 16 Desember 2017
Nyaman itu "jebakan"
Semua orang menginginkan kenyamanan bukan?? Tentu saja semua akan menjawab "ya". Apasih nyaman?? Kenapa mesti ada nyaman??
Entahlah yang jelas saya sangat menyukai kalimat itu. Namun saya bingung ketika sudah merasa nyaman sulit sekali untuk menghilangkan nya.
Nyaman dengan dia yang "begini" lalu dia berubah jadi "begitu".
Lalu lama-kelamaan nyaman ini menjelma menjadi rindu. Rindu untuk sekedar disapa, bercerita, berbagi sedih dan juga tawa.
Tapi, saya yakin satu hal bahwa "tidak ada satu orang pun yang mengetahui isi hati orang lain" termasuk peramal sekalipun.
Kadang terbesit untuk kecewa, namun saya berpikir kembali "untuk apa saya kecewa??" Rasa kecewa hanya akan merusak suasana hati kita. Ubahlah rasa kecewa untuk sekedar bersyukur. Dan saya bersyukur karena Allah telah menghadirkan mu di hidupku walaupun hanya untuk beberapa waktu saja. Terimakasih telah menjadi inspirasiku. Terimakasih sudah hadir dan menjadi angan-angan ku.
Dan semuanya berawal dari rasa nyaman, dan rasa nyaman itu menjebak ku untuk selalu menjadikanmu angan-angan ku.
Mungkin kau akan keberatan tetapi aku tidak akan meminta persetujuanmu.
Ini tentang rasa nyamanku yang telah kau rusak, saya tidak meminta mu untuk bertanggung jawab. Biar kan waktu yang menjawab.