Tampilkan postingan dengan label terimakasih. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label terimakasih. Tampilkan semua postingan

Kamis, 24 Mei 2018

Jangan risau

Bukankah setiap kejadian yang terjadi di kehidupan ini, semuanya terjadi atas izin-Nya.
Jangan risau tentang sesuatu yang sudah menjadi ketetapan-Nya. Kau hanya perlu bersyukur dengan segala nikmat yang telah kau terima dari-Nya.
Jangan bersedih dengan keadaanmu, jangan tangisi kejadian yang membuat hatimu terluka tetapi tersenyumlah dan ucapkan terimakasih karena kamu masih diberi kesempatan untuk melihat kenyataan yang sebelumnya menjadi angan-angan bagimu.
Lihatlah kenyataannya bahwa banyak yang berada pada keadaan yang lebih sulit dari keadaanmu sekarang.
Ikhlaslah dalam melakukan sesuatu, bersabarlah dalam menghadapi masalah yang ada.
Satu hal yang harus kau ketahui bahwa Allah tidak akan menimpakan sesuatu keatas punggungmu melainkan kau mampu untuk memikulnya.
Belajarlah dari hal-hal menyakitkan yang orang lain lakukan kepadamu agar engkau tidak menyakiti orang lain juga, karena kau sudah tau hal tersebut tidaklah memberikan ketentraman dihidupmu.
Berbuat baik kepada siapa pun tanpa mengharapkan imbalan.
Berbuatlah semulia mungkin jangan perdulikan mereka merespon baik atau tidak yang harus kau lakukan adalah teruslah berbuat baik, jangan menyakiti, jangan menyimpan dendam.
Jagalah siapapun yang menyayangi mu, jangan biarkan dia merasa tidak dipedulikan ataupun diabaikan, begitupun dengan saya.
Saya pun  akan menjaga kalian akan perduli sama kalian semua yang sayang dan juga peduli dengan saya.
Ucapan terimakasih saya mungkin tidak berarti apa-apa, namun hanya ucapan terimakasih yang bisa saya berikan.
Selamat berpuasa..

Rabu, 25 April 2018

Pesan ibu

Saya pernah gagal, bahkan selalu gagal dalam segala hal.
Dulu saya pernah ingin meraih juara 1 namun nyatanya yang saya dapatkan juara ke 2. Saat itu juga saya merasa gagal dan apa yang saya inginkan hanya hayalan.
Dan ketika pulang saya menangis sekencang-kencangnya, dan terus meronta kepada diri sendiri kenapa bukan juara ke 1?? Why?? Apa saya tidak pantes mendapatkan juara Ke 1(berbicara dengan sombongnya). Kemudian ibu saya berkata "nak apapun yang kamu dapatkan ibu tetap bangga denganmu, dan apapun itu pasti yang terbaik dari Allah" seketika saya pun sadar bahwa semua yang terjadi pasti akan terjadi atas izin Allah.
Lalu di semester berikut nya masih dengan semangat yang sangat menggebu-gebu saya berusaha lagi untuk mendapatkan juara ke 1. Apa yang saya dapat?? Alhamdulilah juara ke 1 bisa saya raih.. sayapun pulang dengan bangga nya sampai dirumah saya berteriak-teriak "ibuu lihat lah anakmu, lihat lah aku bisa mendapatkan juara ke 1 Bu" (masih dengan nada yang begitu sombong). Kemudian ibu saya berkata lagi "nak jangan lupa itu semua hanya titipan Allah, ingatlah nak bahwa mempertahankan sesuatu itu jauh lebih sulit daripada saat kita berusaha mendapatkan nya". Saya terdiam tanpa berbicara sedikitpun kemudian sejenak berpikir bahwa yang saya lakukan sekarang adalah berjuang lagi untuk tetap berada di posisi juara ke 1.
Lalu seperti itulah saya terus berusaha dalam mendapatkan apa yang saya inginkan.
Kemudian tiba waktu kelulusan dan saya pun harus mempersiapkan diri untuk masuk ke perguruan tinggi. Saya ingin masuk perguruan tinggi yang sangat saya inginkan, namun pada kenyataannya apa yang terjadi? Saya tidak masuk perguruan tinggi tersebut.
Sedih? Tentu saja
Kecewa? Sangat kecewa
Putus asa? Tentu saja tidak
Dan pada saat inilah saya merasakan kegagalan yang sangat besar dalam hidup saya. Saya merasa apa yang sudah saya lakukan sebelumnya tidak berguna, sia-sia dan percuma. Karena apa yang saya inginkan tidak terwujud.
Tapi tanpa rasa lelah dan bosan ibu saya berkata lagi "nak janganlah menyalahkan diri sendiri, jangan mengutuk diri sendiri. Kamu harus bangkit kamu harus sadar bahwa apa yang terjadi sekarang ini pasti yang terbaik. Ingatlah nak jangan sekali-kali berdoa memohon sesuatu kepada Allah untuk mewujudkan keinginan kita tapi berdoalah memohon dan meminta sesuatu yang terbaik untuk kita dan juga orang disekitar kita". Dan lagi saya tersadar, apa yang dikatakan Ibu saya itu adalah benar. Saya sudah salah dalam berdoa sehingga ketika sesuatu tersebut tidak saya dapatkan maka rasa kecewa yang akan muncul.
Sejak saat itulah saya mulai merubah cara saya dalam berdoa.
Terimakasih ibu selalu menjadi motivator dalam hidup ku, selalu menjadi obat penenang dikala gundah melandaku..
Begitu besar peranmu dalam mendidik anak-anak mu, untuk kesalahan yang masih saya lakukan, itu sepenuhnya kesalahan ku. Karena ibu tidak pernah mengajarkan ku untuk berbuat salah.

Jumat, 22 Desember 2017

Thanks my parent

Jangan pernah gengsi bilang sayang kepada kedua orang tua, jangan malu cuma mau bilang maaf. Keberadaan mereka adalah segalanya buat kita.
Senyuman mereka adalah semangat buat segala yang aku lakukan. Seneng rasanya ketika lihat ayah dan ibu senyum dan sampai meneteskan air mata karena sesuatu hal yang buat mereka bangga atas usaha kita.
Jangan cuma bisa nyusahin mereka, tapi kita juga harus mau disusahin sama mereka.
Pengorbanan yang ayah ibu lakukan sampe sekarang mau sampe kapan pun pasti gak akan bisa di balas.
Yang kita lakukan jaga hati mereka, buat mereka bangga, jangan buat mereka kecewa dengan sikap kita. Yang namanya nyesel pasti diakhir, jangan sampe setelah ayah dan ibu gak ada, kita baru menyadari betapa berartinya keberadaan mereka.
Yang tau sifat asli kita, yang tau kekurangan dan hal tentang kita cuma mereka.
Dan apa yang mereka lakukan??
Tetap sayang sama kita, menerima hal-hal yang biasanya tidak orang lain terima. Makanya ketika orang lain tidak menerima keberadaan kamu, tidak suka dengan sikap kamu, merendahkan kamu, selalu membuat kamu terluka. Ingatlah ada orang tua yang akan selalu siap disamping kita.
Sejauh-jauhnya kita pergi pasti kita akan membutuhkan dan kembali lagi kepada ayah dan ibu.
😊😊